Doa Meraih Keberkahan Nisfu Syaban

Di malam NIsfu Syaban, Allah memberikan ampunan-Nya kepada semua hamba-Nya.
Saat ini umat Islam berada di hampir pertengahan bulan Syaban. Sebentar lagi, ada malam yang begitu dinantikan yaitu malam Nisfu Syaban.
Untuk tahun 1441H atau 2020M ini, Nisfu Syaban akan jatuh pada Rabu malam, 8 April hingga Kamis sore, 9 April. Perhitungannya, dimulai dari waktu Maghrib tanggal 8 April hingga masuk waktu Maghrib keesokan harinya.
Sejak dulu, umat Islam memanfaatkan waktu malam Nisfu Syaban untuk memperbanyak ibadah. Bisa dengan sholat sunah malam, membaca Alquran, dan lain sebagainya.
Malam Nisfu Syaban, Allah menebarkan kasih-Nya kepada seluruh makhluk di dunia. Serta mengampuni kesalahan semua hamba-Nya.
Untuk meraih keberkahan di malam Nisfu Syaban, dianjurkan membaca doa ini. Doa tersebut diajarkan Rasulullah Muhammad SAW dalam sebuah hadis diriwayatkan dari 'Aisyah RA.

Doa Nisfu Syaban

 Doa Malam Nisfu Syaban
Sajada laka khoyali wa sawadi wa manabika fuadi fahadzihi yadi wa ma janaitu biha 'ala nafsi ya adhimu yurja likulli 'adhimin ya 'adhimughfirudzanbal 'adzima sajada wajhi lilladzi kholaqohu wasyaqqo sam'ahu wabasharahu.
A'udzu bi'afwika min 'iqobika wa a'udzu biridlaka min sakhotika wa a'udzubika minka jalla wajhuka la ukhsiy tsanaan 'alaika anta kama atsnaita 'ala nafsika aqulu kama qola akhi dawudu, a'firu wajhi fit turabi lisayyidi wa haqqo lahu an yasjuda.
Allahummarzughni qolban naqiyyan minasy syirki naqiyyan la khafiyan wa syaqiyyan.
Artinya,
" Khayalan dan hatiku bersujud kepada Engkau, hatiku beriman dengan-Mu, maka inilah tangan yang saya pergunakan bertindak jinayah terhadap diriku sendiri. Duhai Dzat Maha Agung yang diharapkan untuk (mengampuni) dosa yang agung. Wahai Dzat Maha Agung, ampunilah dosa yang agung. Wajahku bersujud kepada Dzat yang menciptakan serta merobek pendengaran dan matanya.
Saya memohon perlindungan dengan maaf-Mu dari siksaan-Mu. Saya berlindung dengan ridha-Mu dari kemarahan-Mu. Saya berlindung dengan-Mu, dari-Mu Maha agung Dzat-Mu. Saya tidak bisa menghitung pujian atas-Mu seperti Engkau memuji diri-Mu. Saya berkata seperti saudaraku Dawud berkata, “ Saya membenamkan wajahku dalam tanah demi Tuhanku dan memang ia berhak untuk bersujud.
Ya Allah, karuniakanlah kepadaku hati yang bersih dari syirik, bersih dari sifat cerewet (banyak bertanya), jangan jadikan aku celaka."